TIM TANGGAP DARURAT ANRI MULAI IDENTIFIKASI ARSIP BERSEJARAH YANG RUSAK DITERJANG TSUNAMI DI SULAWESI TENGAH

10 Oktober 2018

Palu, 10/10/2018. Pada hari ketiga tim _task force_ ANRI melakukan penyelamatan dan pelindungan arsip bernilai sejarah dan vital di Sulawesi Tengah.

Langkah awal, Tim melaksanakan pertemuan dengan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah. Pada kesempatan ini, Direktur Preservasi, Kandar menyampaikan beberapa hal yg diamanatkan  undang-undang dan pentingnya koordinasi antar berbagai lembaga daerah terutama pada dinas kearsipan untuk menjadi motor atau penggerak untuk melindungi dan mengamankan  seluruh arsip aset dari dampak bencana yang  di Sulawesi tengah. 
 
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan berterima kasih dan mendukung tim ANRI untuk melakukan penyelamatan arsip yang terkena bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. 

Setelah tim ANRI memberikan informasi awal kebijakan-kebijakan tentang penyelamatan arsip dari dampak bencana, kemudian tim dari ANRI dibagi menjadi dua. Tim pertama, melaksanakan bimbingan teknis kepada seluruh pelaksana dan arsiparis di lingkungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah. Tim berikutnya bergerak untuk melakukan pendataan.

Pendataan pertama di kantor Taman Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dimana kantor ini sangat memprihatinkan karena disamping bau yang sangat menyengat kemungkinan  masih ada jenazah yang ada di sana sehingga tim ANRI  belum dapat masuk.

Tim ANRI menduga terdapat sejumlah arsip bernilai sejarah itu masih tertimbun puing-puing bangunan, sehingga perlu ada tindakan lebih cepat lagi, agar bisa dievakuasi di tempat yang lebih aman.

Selanjutnya Tim ANRI menuju ke IAIN. Tim melihat kondisi gedung kampus yang rusak, dikhawatirkan ada arsip kemahasiswaan yang hilang.

Tim memutuskan untuk melakukan koordinasi lebih lanjut oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan di Provinsi Sulawesi Tengah. 

Tim task force ANRI berharap agar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah mendata seluruh arsip yang rusak di organisasi perangkat daerah, untuk selanjutnya dilakukan perbaikan bersama.

#SaveArchives
#SelamatkanMemoriBangsa