Penanganan Arsip Pasca Bencana Tsunami Selat Sunda di Banten

09 Januari 2019

Setelah berkoordinasi dengan kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Banten, tim Restorasi Arsip ANRI (2/1) bergerak ke lokasi bencana. Lokasi pertama yang dikunjungi yaitu tempat pengungsian Taman Hutan Raya (Tahura) di daerah Carita. Di lokasi sudah dibangun posko dari Badan Perpustakaan dan Kearsipan Banten lengkap dengan petugasnya yang mendampingi dan memberikan bantuan ke para pengungsi.


“ANRI harus ikut membantu menyelamatkan dokumen masyarakat kami..” kalimat itu salah satu pesan yang disampaikan Bupati Pandeglang kepada tim Restorasi saat penyambutan menuju posko terpadu. Adapun daerah yang banyak kena dampak tsunami adalah pesisir pantai Selat Sunda, dimana kebanyakan bangunan yang ada seperti penginapan, warung atau restoran dan rumah penduduk namun tidak sebanyak warung atau tempat usaha wisata lainnya. Jarak antar daerah atau lokasi yang terkena dampak tsunami yang berjauhan dan harus ditempuh kendaraan hingga 3 sampai 4 jam menyebabkan hanya sebagian kecil saja yang dapat dikunjungi tim Restorasi dan semuanya di pesisir pantai Selat Sunda mulai dari pesisir pantai Carita sampai dengan Labuan dan Pandeglang.


Sampai hari ke 10 (sepuluh) setelah kejadian tsunami, konsentrasi masyarakat dan tim terpadu bencana masih penanganan korban atau jiwa yang belum ditemukan, dievakuasi atau ditangani secara medis. Belum ada anggota masyarakat yang melaporkan atau membawa berkasnya ke posko terpadu tim penanggulangan bencana. Melihat kondisi seperti itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Pandeglang bapak Haji Agus mengharapkan agar tim Restorasi ANRI dapat memberikan pembekalan atau bimbingan teknis tentang bagaimana penanganan arsip yang terdampak bencana kepada pegawai dan pengelola arsip yang berada di daerah yang terdampak bencana.