Akreditasi Penyelenggara Jasa Kearsipan

Akreditasi Kearsipan adalah kegiatan penilaian mutu dan kelayakan terhadap lembaga kearsipan, unit kearsipan, lembaga penyelenggara jasa kearsipan serta lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan kearsipan.

Lembaga Penyelenggara Jasa Kearsipan adalah setiap bentuk usaha yang melakukan kegiatan dengan tujuan memperoleh keuntungan atau laba yang berbentuk badan hukum yang didirikan dan/atau berkedudukan dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang menyelenggarakan jasa kearsipan.

Dalam pelaksanaan Akreditasi Kearsipan, Peserta Akreditasi Kearsipan harus memenuhi antara lain:

1.       Syarat administratif meliputi:

a. berbadan hukum bagi Lembaga Penyelenggara Jasa Kearsipan dan LP3K swasta;

b. telah masuk pada database pengawasan penyelenggaraan kearsipan.

2.       Bagi Lembaga Penyelenggara Jasa Kearsipan memiliki Pedoman Penyelenggaraan Jasa Kearsipan dan telah melakukan minimal 3 (tiga) kali kegiatan penyelenggaraan jasa kearsipan sesuai dengan bidang yang akan diakreditasi

3.       Bagi LP3K, antara lain memiliki Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Kearsipan; dan  telah melakukan minimal 3 (tiga) kali kegiatan pendidikan dan pelatihan kearsipan sesuai dengan bidang yang akan diakreditasi.

 

 

RECENT POSTS

PERINGATI 100 TAHUN ADAM MALIK, ANRI GELAR PELUNCURAN NASKAH SUMBER ARSIP ADAM MALIK

Peringati 100 Tahun Adam Malik, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menggelar Launching Naskah Sumber Arsip Adam Malik (Menembus Empat Zaman). Naskah sumber arsip tersebut mengulas tentang peran aktif Adam Malik dalam bidang politik dan kepartaian sejak masa kolonial, pendudukan Jepang, Pemerintahan Presiden Soekarno dan Soeharto.

Acara launching diawali dengan penyerahan Naskah Sumber Arsip Adam Malik…

Launching Naskah Sumber Arsip Moda Transportasi Tradisional

Arsip Nasional Republik Indonesia selenggarakan launching Naskah Sumber Arsip Moda Transportasi Tradisional. Acara launching diselenggarakan di Museum Transportasi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Melalui peluncuran naskah sumber arsip tersebut, diharapkan dapat menjadi sumber referensi dalam menggali dan memperkaya informasi sejarah transportasi di Indonesia