SINTA NURIYAH WAHID SERAHKAN ARSIP GUS DUR KE ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

02 Agustus 2017

Sinta Nuriyah Wahid yang merupakan istri Gus Dur menyerahkan secara langsung arsip-arsip  Gus Dur kepada Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Mustari Irawan (02/08). Arsip-arsip yang diserahkan sebanyak 180 album dengan jumlah 14.116 lembar arsip foto. Adapun arsip-arsip yang diserahkan antara lain Pengangkatan dan pengambilan sumpah/ janji Presiden RI ke-4 KH. Abdurahman Wahid dan penyerahan hasil-hasil sidang umum Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI kepada Presiden RI ke-4. Selain itu, terdapat pula arsip-arsip mengenai kunjungan kerja kepresidenan dalam dan luar negeri.

Dalam sambutan, Sinta Nuriyah Wahid berharap arsip-arsip Gus Dur dapat dijadikan pembelajaran untuk generasi mendatang. “Saya mempunyai harapan, bahwa apa yang dilakukan Gus Dur, se-masa hidupnya atau se-masa memimpin bangsa dan negara ini, nilai-nilai positifnya itu bisa diambil, ditiru, dan bisa dijadikan tauladan”, tuturnya. Lebih lanjut Sinta Nuriyah Wahid berharap bahwa gagasan-gagasan dan pemikiran Gus Dur dapat menjadi sumber energi positif dalam berbangsa dan bernegara.

Lebih lanjutnya Kepala ANRI, Mustari Irawan menambahkan pentingnya momen penyerahan arsip Gus Dur. “Saya kira kiprah Presiden Abdurahman Wahid sudah tidak perlu kita ragukan lagi, beliau seorang negarawan, pemikir, penggerak, dan budayawan, saya kira itu dapat dilihat dari arsip-arsip yang ada”, terangnya.

Gus Dur merupakan putera tokoh Nahdlatul Ulama, Wahid Hasyim. Beliau pernah menjabat sebagai Ketua Umum PBNU (1984-1999), Ketua Forum Demokrasi (1990), Ketua Konferensi Agama dan Perdamaian Sedunia (1994), Anggota MPR (1999), Presiden RI (20 Oktober 1999-24 Juli 2001) dan Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Gus Dur dijuluki sebagai Bapak pluralisme karena perjuangannya untuk mewujudkan plurarisme di Indonesia. Beliau sangat menghargai keberagaman dalam berbagai hal, terutama keberagaman suku, agama, dan ras.  

Penyerahan Arsip Presiden RI ke-4 KH. Abdurahman Wahid merupakan program kerja ANRI dalam rangka penyelamatan arsip kepresidenan. Penyelamatan Arsip Kepresidenan ini bertujuan untuk dapat dilestarikan di ANRI dan dimanfaatkan seluas-luasnya untuk kepentingan kebangsaan, kemasyarakatan, pemerintahan, dan pembangunan. Hal itu sejalan dengan salah satu tugas penting yang diemban oleh ANRI sebagai lembaga negara  yang salah satu tugasnya menyelamatkan arsip statis, yakni arsip yang memiliki nilai guna kesejarahan dari perjalanan negara dan bangsa Indonesia.

“Kami juga mempunyai program yang sedang dikembangkan saat ini, yaitu tentang arsip kepresidenan. Kami akan mencoba untuk menelusuri semua arsip-arsip Presiden RI”, ungkapnya.

            Guna melengkapi khazanah arsip Gus Dur, Tim Sejarah Lisan ANRI melakukan wawancara dengan Ibu Sinta Nuriyah Wahid. Wawancara menggali seputar kehidupan Gus Dur. (sa)

RECENT POSTS

PERINGATI 100 TAHUN ADAM MALIK, ANRI GELAR PELUNCURAN NASKAH SUMBER ARSIP ADAM MALIK

Peringati 100 Tahun Adam Malik, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menggelar Launching Naskah Sumber Arsip Adam Malik (Menembus Empat Zaman). Naskah sumber arsip tersebut mengulas tentang peran aktif Adam Malik dalam bidang politik dan kepartaian sejak masa kolonial, pendudukan Jepang, Pemerintahan Presiden Soekarno dan Soeharto.

Acara launching diawali dengan penyerahan Naskah Sumber Arsip Adam Malik…

Launching Naskah Sumber Arsip Moda Transportasi Tradisional

Arsip Nasional Republik Indonesia selenggarakan launching Naskah Sumber Arsip Moda Transportasi Tradisional. Acara launching diselenggarakan di Museum Transportasi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Melalui peluncuran naskah sumber arsip tersebut, diharapkan dapat menjadi sumber referensi dalam menggali dan memperkaya informasi sejarah transportasi di Indonesia