ANRI SELENGGARAKAN SEMINAR INTERNASIONAL PENYELAMATAN ARSIP BENCANA

18 Mei 2017

ANRI selenggarakan Seminar Internasional “Lesson from the Ocean: Building Awareness on Disaster via Memory of the World”. Acara seminar dilaksanakan di Hotel Aston, Simatupang Jakarta (18/05). Seminar Internasional tersebut bertujuan untuk mempromosikan pelestarian dan akses universal warisan dokumenter dunia dan membangun kesadaran akan bencana melalui Program Memory of the World (MoW). Seminar juga bertujuan Untuk membahas pentingnya arsip tsunami Samudera Hindia serta mendukung penominasian Arsip Tsunami Samudera Hindia sebagai MoW.

Pengajuan Arsip Tsunami Samudera Hindia sebagai Memori Dunia dikarenakan arsip tsunami menggambarkan sebuah bencana yang luar biasa yang menciptakan semangat persatuan, solidaritas, dan kemanusiaan di antara bangsa-bangsa di dunia.  Acara Seminar dibuka oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPan RB) Asman Abnur.

MenPan RB Asman Abnur menegaskan bahwa pemerintah mendukung upaya yang dilakukan ANRI yang mengusulkan arsip tsumani sebagai warisan dunia kepada UNESCO. Menurutnya, diperlukan pengakuan dunia terhadap pengelolaan arsip kebencanaan, termasuk tsunami.

“Kita perlu pengakuan internasional terkait pengelolan bencana di Indonesia termasuk tsunami,” tegasnya. Menpan RB berharap ANRI terus mempromosikan pelestarian dan akses universal warisan dokumenter dunia dan membangun kesadaran akan bencana melalui Program Memory of the World (MoW).

Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Mustari Irawan mengatakan, pengajuan arsip tersebut telah dilakukan bersama dengan Srilanka, yang juga mengalami dampak yang hampir sama dengan Indonesia akibat tsunami di Samudera Hindia. “Kami punya arsip tsunami yang kami simpan dan usulkan untuk menjadi warisan dunia kepada UNESCO,” ujar Mustari. (sa)